google.com, pub-5336422578016180, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Berita  

RSUD ARIFIN AHMAD ADAKAN PELATIHAN PremIC Course 2022

 

 

Pekanbaru, cakralink.com – Tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau bersama dengan Sub Bagian Pendidikan dan Latihan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau mengadakan pelatihan PremIC (Premature Intermediate Care) Course 2022 (Kamis, 1 September 2022) di Ruang Serbaguna RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.

Adapun Narasumbernya yaitu Tim Solid Instalasi Pelayanan Neonatus (IPN) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yaitu dr. Nazardi Oyong, Sp.A, dr. Zulfikri, Sp.A, dr. Zulfikri, dr. M.Robi, Sp.A, M.Biomed dan Ns. Christina Simorangkir, S.Kep.

Turut hadir Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau drg. Wan Fajriatul Mamnunah, Sp.KG, Wakil Direktur Bidang Medik dan Keperawatan Zulkifli, S.Kep, MH beserta Kabag dan Kabid, Sekretaris Tim beserta dr. Febriani, Sp.OG, Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Elmi Ridar, Sp.A beserta peserta pelatihan baik Offline (hadir langsung) dan online via Zoom lebih kurang 200 orang dari berbagai rumah sakit jejaring se Provinsi Riau.

Acara ini dibuka langsung oleh Direktur, dalam sambutannya Direktur menyambut baik acara ini.

“Dengan mengikuti PremIC Course ini semoga para peserta mendapatkan ilmu dan bisa mengaplikasikannya dengan baik saat memberikan asuhan kepada bayi baru lahir khususnya prematur, melakukan supporting dan stabilisasi pada bayi serta melakukan koordinasi sebelum merujuk bayi ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau”, sampai drg. Wan Fajriatul Mamnunah.

“Semoga PremIC Course ini dapat berjalan dengan baik dan dapat terus dilaksanakan secara rutin”, pungkasnya.

Pelatihan Perawatan Intermadiate Bayi Premature / PremIC (Premature Intermediate Care) ini sangat dibutuhkan dalam upaya stabilisasi dan support respirasi saat pasien akan dirujuk sangat penting untuk menunjang keberhasilan perawatan bayi prematur. Pemantauan setelah perawatan harus dilanjutkan terutama support nutrisi dan tumbuh kembang.

Saat waktu istirahat awak media berhasil meminta keterangan kepada salah seorang narasumber sebagai permateri siang itu dr. Nazardi Oyong, Sp.A, berbicara seputar pelaksanaan kegiatan dan tujuan pelatihan PremIC (Premature Intermediate Care).

“Ini sifatnya untuk Update ilmu Kesehatan khususnya bagi tenaga kesehatan rumah sakit jejaringan yang selama ini telah bekerjasama merujuk pasien mengirim pasien yang butuh bantuan karena rumah sakit kami ini menjadi pusat rujukan bagi bayi yang baru lahir di 12 kabupaten/kota Provinsi Riau”, ucapnya.

“Hal ini tak lepas sebab ketersediaan tenaga medis yang berpengalaman, peralatan yang lengkap, serta teknologi alat-alat kesehatan yang sudah cukup modern. Terutama kasus-kasus bedah anak tentu saja kabupaten-kabupaten tidak punya ya, ini khusus buat bedah anak”, sampainya lagi.

dr. Nazardi Oyong, Sp.A, menyampaikan bahwa RSUD Arifin Ahmad dikabarkan saat ini telah memiliki dokter ahli bedah jantung anak.

“Saat ini RSUD Arifin Ahmad sudah tersedia dokter ahli bedah anak khusus jantung konsultan saat ini sudah mulai ada berdatangan pasien yang bedah jantung anak dari kabupaten-kabupaten”, katanya.

Dia juga menambahkan bahwa “RSUD Arifin Ahmad sebagai rumah sakit rujukan tentu sering menerima bayi yang keadaannya saat dirujuk dalam kondisi yang tidak bagus, tidak bugar saat dia akan dirujuk maka kami akan diskusi melalui acara ini agar para tenaga-tenaga medis di kabupaten-kabupaten ketika merujuk bayi pasien nya bisa sampai di rumah sakit rujukan dalam kondisi yang aman dan tidak mengalami komplikasi yang jauh lebih buruk”, tambah Nazardi Oyong.

“Perlu ditambahkan pelatihan ini dilakukan secara hybrid peserta memang dibatasi untuk offline sebanyak 50 orang karena kondisi masih pandemi covid-19 dan via zoom meeting ada 200 orang sebenarnya banyak yang ingin ikut tapi keterbatasan jaringan IT zoom meeting tidak memungkinkan lebih banyak peserta mungkin kedepannya lagi akan kita perbaiki kualitas jaringan ketersediaan zoom meetingnya”, imbuhnya.

“Jadi Tujuan akhir dari dilaksanakan pelatihan ini untuk membentuk jejaring team work agar ketika rumah sakit yang ada di kabupaten-kabupaten saat akan merujuk pasien bayi nya dapat berkomunikasi didalam grup terlebih dahulu kira-kira tindakan medis penting g apa saja yang bisa di lakukan ditempat sebelum di rujuk ke RSUD Arifin Ahmad”, tutupnya.

 

Laporan : nita hasanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kirim Pesan
Terima kasih atas kunjungnya pada website kami.