Larshen Yunus: “Jangan Salah Faham, Apalagi Gagal Faham Terkait Kasus di Desa Teluk Sono”

PEKANBARU (cakralink.com) – Koordinator Tim Pendamping Hukum dari Haji Suparman S.Sos M.Si angkat bicara terkait munculnya pernyataan sesat yang mengandung kesalahpahaman dari salah seorang Advokat yang katanya bergelar doktor.

 

iklan

Bertempat di Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana, Larshen Yunus dengan tegas dan penuh keprihatinan menyangkal argumentasi sesat dari seseorang yang justru sarat akan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Bagi Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, oknum Advokat yang dimaksud telah dengan sengaja melakukan Pencemaran Nama Baik, bahkan cenderung Fitnah terhadap Haji Suparman S.Sos M.Si.

 

“Kami sangat prihatin atas ulah dan tingkah laku beliau!!! Gelar Doktornya tak sejalan dengan Keilmuan yang sesungguhnya. Beliau itu terkesan seperti Aktivis kemarin sore. Terlambat menjadi Aktivis, yah seperti itu jadinya!” ungkap Larshen Yunus, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Riau.

 

Menurutnya, kasus di Dusun II Air Hitam, Desa Teluk Sono, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Harus difahami secara seksama, agar masing-masing pihak benar-benar berjalan sesuai dengan Koridor dan Ketentuan yang berlaku.

 

Larshen Yunus: “Jangan Salah Faham, Apalagi Gagal Faham Terkait Kasus di Desa Teluk Sono”

 

Bagi Direktur Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana itu, kehadiran Haji Suparman adalah atas Keinginan keduabelah pihak. Bisa saja karena sosok Mantan Bupati Rohul itu dikenal sebagai Tokoh yang selalu Mendamaikan masyarakatnya.

 

“Hampir Semua orang sudah kenal dengan bapak Haji Suparman. Tak perlu panjang lebar kami sampaikan. Intinya terkait kasus ini kehadiran Suparman diminta oleh masing-masing keduabelah pihak dan pada akhirnya Proses Perdamaianpun terjadi. Ingat ya!!  Jangan salah faham, apalagi Gagal faham. Pakai sok-sokan buat Somasi segala! Macampulut gaya kau kawan” tutur Larshen Yunus.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Haji Suparman sama sekali tidak ambil pusing atas polemik tersebut. Baginya, hal-hal semacam itu ibarat Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu.

 

“Sudahlah itu! Makanya jangan salah faham. Cukup si Yunus saja yang jelaskan di media. Jangan sampai Publik di bodohi hanya karena persoalan remeh remeh seperti itu. Dia yang ditinggal bus, kok jadi saya yang di Somasi!!! Sudah Gila dia itu. Gelar Doktor dan isi Kepala tak sesuai!” ungkap Haji Suparman, sambil bergegas menuju Masjid, guna menunaikan Shalat Maghrib, Ahad (12/6/2022).

 

Sumber: detakindonesia.co.id

iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kirim Pesan
Terima kasih atas kunjungnya pada website kami.