google.com, pub-5336422578016180, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Berita  

Harga Pertalite Eceran di Pekanbaru Ikut Naik Pasca BBM Naik

Cakralink – Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak Sabtu lalu berdampak pada naiknya harga komoditi lain di Riau. Termasuk harga eceran BBM itu sendiri.

Diketahui, detail kenaikan harga BBM yakni untuk Pertalite menjadi Rp10.000 per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter. Kemudian Solar menjadi Rp6.800 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter.

Pantuauan CAKAPLAH.com, Senin (5/9/2022), naiknya harga BBM juga berdampak dengan naiknya harga BBM jenis Pertalite eceran yang banyak ditemukan di Pekanbaru.

Jika biasanya saat harga Pertalite normal per liter Rp 7650 harga eceran Rp 10 ribu, saat ini karena harga Pertalite per liter Rp 10 ribu, harga jual eceran mencapai Rp 12 ribu per liter.

“Harga Pertalite sekarang jadi Rp 12 ribu ya, karena BBM naik,” kata Samsul, salah seorang penjual BBM eceran di Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru, Senin (5/9/2022).

Pantauan di lapangan, harga Rp 12 ribu perliter yang dijual pedagang eceran hampir rata di seluruh Kota Pekanbaru. Beberapa pedagang eceran di sepanjang Jalan Soebrantas, Jalan Arifin Achmad, hingga Jalan Sudirman, kompak mematok harga Rp12 ribu per liter.

Untuk diketahui, BBM eceran menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang malas untuk antre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak.

Bahkan, di bagian depan SPBU atau tak jauh dari lokasi SPBU, pasti ada pedagang yang menjual BBM eceran.

Untuk diketahui, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan non-subsidi resmi naik per Sabtu (3/9/2022) siang. Kenaikan ini untuk BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax.

“Kenaikan resmi berlaku 14.30 WIB,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Sabtu (3/9/2022).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Konferensi Pers bersama Menteri Terkait perihal Pengalihan Subsidi BBM ditayangkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022), menjelaskan, alasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Dijelaskan, harga Pertalite diputuskan naik dari Rp7.650 jadi 10.000 per liter.

“Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM. Sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini subsidi akan alami penyesuaian,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, anggaran subsidi pemerintah sudah meningkat 3 kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun dan itu akan meningkat terus. Lebih dari 70% subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil pribadi.

“Mestinya uang pemerintah itu diberikan untuk subsidi bagi masyarakat kurang mampu. Subsidi harus menguntungkan masyarakat kurang mampu,” kata Jokowi.

Kabar kenaikan harga BBM ini sudah santer sejak beberapa pekan terakhir, hingga sempat memicu perdebatan dan panic buying di sejumlah lokasi.

Diketahui, detail kenaikan harga BBM yakni untuk pertalite menjadi Rp10.000 per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter. Kemudian solar menjadi Rp6.800 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter.

Selanjutnya harga BBM Pertamax mengalami kenaikan dari saat ini Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

 

Sumber: cakaplah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kirim Pesan
Terima kasih atas kunjungnya pada website kami.